Berkunjung ke Kota Tua Jakarta, Ini 5 Spot dengan Otentik

Kota Tua Jakarta, demikian area tersebut dikenal luas oleh masyarakat Indonesia saat ini. Memiliki sejarah panjang sebagai areal pusat keramaian di ibu kota, Kota Tua hingga saat ini tak pernah sepi pengunjung. Baik di hari biasa atau hari libur tempat ini selalu ramai dengan aktivitas lalu lalang manusia. Sekedar menikmati pemandangan dan suasana, membeli makanan yang dijajakan, atau bahkan mengambil foto dengan berbagai gaya.

Jika Anda merupakan orang yang menggemari wisata sejarah, komplek ini sangat tempat untuk dikunjungi. Pasalnya sederet bangunan tua bergaya Eropa dan Cina berpadu harmonis, tentu dengan sentuhan khas Batavia yang tak mungkin lepas dari kesan pertamanya. Untuk berkunjung ke lokasi ini sendiri Anda bisa menggunakan berbagai moda transportasi umum, sehingga Anda tak perlu memikirkan parkir kendaraan.

Beberapa spot bisa dikunjungi dengan leluasa, seperti yang dijelaskan dalam poin singkat di bawah ini.

Museum Bank Indonesia

Awalnya merupakan bangunan rumah sakit dengan nama Binnen Hospital, gedung ini kemudian beralih fungsi menjadi De Javasche Bank pada tahun 1828. Lebih dari seratus tahun kemudian baru diresmikan sebagai Bank Sentral indonesia, di tahun 1953.

Anda bisa menikmati sejarah panjang dunia perbankan dan ekonomi Indonesia di dalamnya. Sembari menikmati nuansa klasik, Anda juga bisa belajar cukup banyak dari barang-barang dan keterangan yang ada di sana. Karena merupakan bangunan peninggalan jaman Belanda, maka arsitektur unik juga tersaji, baik di bagian eksterior maupun interiornya.

Anda bisa berkunjung mulai pukul 08.00 WIB dengan biaya hanya Rp.5.000 per orangnya.

Museum Wayang di Jalan Lada

Menjadi rumah bagi sekian banyak wayang kuno, museum yang satu ini sangat cocok dikunjungi untuk Anda yang menggemari seni dan sejarah pertunjukan tradisional tersebut. Anda bisa menemukan berbagai jenis dan bentuk wayang asli Indonesia, bahkan beberapa jenis wayang dari negara lain. Museum ini juga menawarkan atraksi pertunjukan wayang secara langsung pada hari-hari tertentu.

Untuk mengunjunginya Anda bisa menuju ke Jalan Lada Nomor 23, RT 7 RW 7, Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat. Mulai beroperasi pukul 09.00 WIB, museum ini akan tutup pada pukul 15.00 WIB di hari kerja dan 20.00 WIB di akhir pekan. Jadi jangan ragu untuk berkunjung ke sana ketika situasi sudah lebih kondusif ya!

Kali Besar di Kota Tua

Setelah menjalani fase revitalisasi beberapa waktu belakangan, kawasan Kali Besar di Kota Tua juga jadi satu objek yang cocok untuk disinggahi. Pernah jadi pusat keramaian pada era Belanda dulu, area ini kini berubah jadi ruang terbuka publik yang lega dan menawarkan pemandangan gedung-gedung tua di sepanjang alirannya.

Selain menikmati pemandangan dan suasana yang sangat nostalgic, Anda juga bisa menggunakan fasilitas dermaga apung untuk menikmati Kali Besar lebih dekat. Objek ini terbuka untuk umum dan tidak diperlukan tiket atau ongkos guna menikmatinya.

Berada di Jalan Kali Besar Barat, Pinang Siang, Tambora, Jakarta Barat, jangan lupa untuk menyinggahi salah satu icon di area tersebut, Toko Merah.

Toko Merah, Salah Satu Ikon Kota Tua Jakarta

Seperti namanya, bangunan ini memiliki warna merah yang mencolok jika dibandingkan dengan bangunan disekitarnya. Awalnya didirikan sebagai salah satu fasilitas rumah sakit di era Belanda, namun belakangan dimiliki oleh seorang warga Tionghoa dan berubah menjadi sebuah toko.

Hingga saat ini , Toko Merah tidak dibuka untuk umum. Jadi jika Anda ingin berkunjung dan masuk ke sana, Anda terlebih dahulu harus membuat janji dengan pengelola tempat tersebut. Untuk jam operasional dan biaya tiketnya juga bisa didiskusikan dengan pengelola Toko Merah.

Keramaian Sunda Kelapa

Yap, pelabuhan ini merupakan sisa dari keramaian yang dahulu pernah jadi aktivitas utama di kawasan Kota Tua Jakarta. Pelabuhan Sunda Kelapa jadi titik pertama yang membuat Batavia, pada masa kuno, dikenal luas oleh dunia. Pelabuhan ini jadi ‘pintu gerbang’ masuknya banyak orang dari luar negeri ke Indonesia melalui jalur perdagangan laut.

Tentu kini pelabuhan tersebut tak seramai dulu, namun ketika berkunjung di sini Anda masih bisa menikmati nuansa niaga yang kental peninggalan kejayaan Sunda Kelapa. Masih cukup banyak kapal pinisi yang ‘parkir’ di pelabuhan ini, sehingga cocok untuk dijadikan spot berburu foto.

Berada di Jalan Maritim Nomor 8, Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Anda hanya perlu membayar tiket masuk senilai Rp.2.500 saja untuk setiap orang tanpa batasan jam berkunjung.

5 destinasi wisata sejarah di Kota Tua Jakarta di atas semoga bisa jadi referensi menarik untuk Anda sekalian. Tentu saja, dengan mempertimbangkan keadaan, Anda tetap disarankan untuk membatasi mobilitas. Pun jika ingin berkunjung, pastikan Anda datang pada jam yang tidak terlalu ramai, hindari kerumunan, dan terapkan protokol kesehatan ketat.

Segera rencanakan liburan Anda di Kota Tua Jakarta, dan temukan berbagai informasi menarik lainnya di situs resmi Indonesia Travel.